Sona.
Berita global, konteks Indonesia
Gaya Hidup

Bulan Bahasa: pilih buku anak dari kemampuan membaca, bukan umur saja

Label kelas membantu mencari, tetapi belum menentukan kecocokan buku. Perjenjangan bacaan dan katalog resmi Indonesia memberi orang tua cara memilih cerita untuk dibaca sendiri atau bersama.

Ilustrasi dua buku anak terbuka dengan tema daun yang sama, satu bergambar besar dan satu dengan susunan teks lebih rapat
Ilustrasi perbandingan kepadatan gambar dan teks untuk memilih bacaan. Bukan halaman buku terbitan tertentu atau alat penilaian kemampuan anak. Gambar dihasilkan oleh AI

Buku sudah dibeli sesuai umur yang tertulis di sampul, tetapi anak berhenti di halaman pertama. Orang tua membacakan satu paragraf, anak kembali tertarik, lalu percakapan tentang gambarnya justru lebih panjang daripada waktu mengeja. Situasi seperti ini tidak otomatis berarti anak malas membaca. Bisa jadi buku itu belum cocok untuk dibaca sendiri, tetapi tetap menarik ketika dinikmati bersama.

Di tengah Bulan Bahasa dan Sastra, keluarga di Indonesia dapat memakai kesempatan ini untuk meninjau pilihan bacaan, bukan sekadar menambah tumpukan buku. Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah mencatat rangkaian peringatan tahun ini dimulai pada 1 Oktober 2026. Untuk kegiatan di rumah, pertanyaan yang lebih berguna daripada berapa judul yang harus selesai adalah: bacaan seperti apa yang dapat dipahami dan ingin dibuka kembali oleh anak?

Dasarnya bukan aturan baru pada Oktober. Penjelasan resmi tentang perjenjangan buku yang dimuat BBPMP Jawa Timur merujuk webinar Pusat Perbukuan pada Juli 2023. Di sana ditegaskan bahwa rentang usia bukan patokan utama; kemampuan membaca anak menjadi acuannya. Panduan lama itu masih memberi cara praktis untuk membaca pilihan jenjang pada katalog resmi yang diperiksa Sona pada 18 Oktober 2026.

Bedakan buku untuk dibaca sendiri dan dibaca bersama

Sebelum mencari judul, tentukan dulu kegiatan yang diinginkan. Apakah anak akan membaca sendiri, bergantian dengan orang dewasa, atau mendengarkan cerita? Pilihan ini mengubah jenis dukungan yang tersedia. Cerita yang terlalu berat untuk dibaca mandiri belum tentu harus disingkirkan bila anak tertarik dan ada orang dewasa yang membacakannya.

Penjelasan BBPMP juga memuat anjuran membacakan buku secara nyaring, melibatkan anak dalam memilih, serta berdialog tentang bacaan. Halaman panduan orang tua SIBI secara khusus mengarahkan keluarga ke buku PAUD dan nonteks untuk membacakan cerita. Membaca bersama bukan sekadar bantuan sementara yang harus segera dihentikan begitu anak dapat mengeja.

Sebagai contoh pilihan, bukan tes resmi, bandingkan dua buku bertema hewan yang sama-sama disukai anak. Buku pertama mungkin mengandalkan gambar besar dan kalimat pendek; buku kedua memakai paragraf lebih rapat serta alur lebih panjang. Yang pertama bisa menjadi pilihan membaca mandiri, sedangkan yang kedua dibuka bersama. Tema yang diminati tetap terjaga tanpa memaksa tingkat kesulitannya sama.

Apa arti jenjang A sampai E?

Dalam penjelasan resmi perjenjangan, A ditujukan kepada pembaca dini yang baru mengenal buku dan memerlukan pendampingan. B adalah pembaca awal yang masih memerlukan dukungan untuk membaca kata, frasa, atau kalimat sederhana. C, pembaca semenjana, sudah dapat membaca lancar teks berbentuk paragraf dalam satu wacana.

D merupakan jenjang pembaca madya yang memahami beragam teks dengan kesulitan menengah. E ditujukan kepada pembaca mahir yang dapat membaca secara analitis dan kritis untuk menyintesis pemikiran. Pada katalog nonteks SIBI, pilihan B diperinci menjadi B1, B2, dan B3. Nama-nama ini membantu mempertemukan pembaca dengan bacaan, bukan memberi peringkat kecerdasan anak.

Jangan mengubah huruf jenjang menjadi target perlombaan antarsaudara atau teman sekelas. Artikel ini tidak memberi tabel umur wajib untuk setiap huruf. Anak dapat membutuhkan bantuan berbeda saat berpindah dari cerita yang akrab ke topik atau kosakata yang belum dikenal. Untuk kegiatan belajar di sekolah, diskusikan pilihan dengan guru agar pendampingan di rumah tidak bertentangan dengan kebutuhan anak.

Dua katalog resmi, dua cara menyaring

SIBI, Sistem Informasi Perbukuan Indonesia, menyediakan bagian Buku Nonteks dengan filter jenjang pembaca. Halaman panduan orang tuanya menyebut akses gratis ke buku dari Pusat Perbukuan, termasuk format PDF, audio, dan interaktif. Mulailah dari bagian nonteks bila tujuan keluarga adalah menikmati cerita, bukan mencari buku pelajaran untuk mata pelajaran tertentu.

BUDI, Buku Digital Badan Bahasa, menawarkan jalur pencarian lain: jenjang pendidikan, tema, bahasa, dan format. Saat diperiksa, pilihan jenjang pendidikannya mencakup PAUD, SD, SMP, dan SMA. Tema mencakup antara lain hewan dan tumbuhan, cerita rakyat, seni dan budaya, serta permainan tradisional dan bahasa daerah. Pilihan formatnya antara lain buku digital, komik, audio, dan video.

Perbedaannya penting: filter PAUD atau SD di BUDI bukan padanan otomatis jenjang A atau B di SIBI. Yang satu menyaring menurut kelompok pendidikan, yang lain secara eksplisit menawarkan jenjang pembaca. Setelah menyaring, tetap buka halaman buku dan lihat isi serta keterangannya. Jangan menganggap setiap judul tersedia dalam seluruh bahasa atau format hanya karena katalog menyediakan pilihan tersebut.

Tautan resmi juga membantu keluarga menemukan asal bacaan tanpa mengandalkan berkas yang diteruskan di grup percakapan. Simpan judul, nama penulis, dan tautan halaman bukunya agar mudah dibuka lagi. Akses gratis bukan berarti semua penggunaan ulang tanpa batas; periksa keterangan penggunaan pada buku jika hendak menggandakan, mengubah, atau menyebarkannya di luar kegiatan membaca pribadi.

Coba beberapa halaman tanpa menjadikannya ujian

Mulailah dari minat yang nyata: kendaraan, permainan, hewan, atau cerita dari daerah yang dikenal keluarga. Ajak anak memilih di antara beberapa pilihan yang sudah dilihat orang dewasa. Perhatikan bukan hanya ketebalan buku, tetapi juga kepadatan teks, kosakata, hubungan gambar dengan cerita, dan apakah isinya sesuai untuk dibicarakan bersama.

Saat membaca, beri ruang untuk berhenti pada gambar atau bertanya tentang tokoh. Jika anak terus meminta bantuan pada hampir setiap bagian, pilihan praktisnya adalah mendampingi lebih banyak atau mencoba bacaan yang lebih sederhana. Tidak perlu langsung meminta anak mengulang seluruh halaman untuk membuktikan kemampuannya. Sebaliknya, bila bacaan terasa mudah tetapi disukai, membacanya kembali tidak harus dilarang demi mengejar buku yang lebih tebal.

  • Tentukan lebih dulu apakah buku akan dibaca sendiri atau bersama orang dewasa.
  • Pilih tema yang menarik bagi anak, lalu gunakan filter katalog sebagai titik awal pencarian.
  • Lihat beberapa halaman dan keterangan buku; jangan memutuskan hanya dari sampul, umur, atau label kelas.
  • Sediakan pilihan untuk bergantian membaca, mendengarkan, atau membicarakan gambar tanpa menghapus kesempatan anak memilih.
  • Simpan tautan bacaan yang cocok dan tinjau kembali pilihan ketika minat atau kebutuhan pendampingan berubah.

Langkah di atas adalah saran editorial untuk mencoba bacaan, bukan alat diagnosis atau penilaian baku. Satu sesi yang tersendat tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan adanya gangguan belajar. Jika kesulitan terus muncul dan mengganggu kegiatan belajar, bicarakan pengamatan konkret dengan guru atau tenaga yang kompeten, bukan memasang label berdasarkan huruf jenjang sebuah buku.

Bulan Bahasa dapat berakhir dengan satu perubahan kecil yang bertahan: orang dewasa tidak lagi bertanya hanya apakah buku itu untuk umur anak, tetapi juga bagaimana anak akan membacanya. Buku yang tepat tidak selalu yang paling tebal, paling populer, atau paling cepat selesai. Ia adalah bacaan yang memberi anak jalan masuk, dengan bantuan yang tersedia dan ruang untuk tetap menikmati ceritanya.

Catatan editorial. Informasi umum tentang memilih bacaan keluarga, bukan asesmen kemampuan membaca, diagnosis gangguan belajar, atau pengganti pendampingan guru. Sumber diperiksa pada 18 Oktober 2026. Ketersediaan judul, format, dan tampilan katalog dapat berubah; ikuti keterangan pada setiap buku.

Sumber

  1. Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra 2026: rangkaian dimulai 1 Oktober; sumber konteks peringatan, bukan aturan pemilihan buku.
  2. BBPMP Jawa Timur, Perjenjangan Buku untuk Meningkatkan Kecintaan Membaca: penjelasan webinar Juli 2023 tentang kemampuan, jenjang A–E, membaca nyaring, dan pilihan anak.
  3. SIBI, katalog Buku Nonteks: pilihan Pembaca Dini A, Pembaca Awal B1–B3, Semenjana C, Madya D, dan Mahir E.
  4. SIBI, panduan orang tua: akses buku teks dan nonteks, format bacaan, serta membacakan cerita dari buku PAUD dan nonteks.
  5. BUDI, portal Buku Digital Badan Bahasa: filter jenjang pendidikan, tema, bahasa, dan format yang tersedia saat pemeriksaan.

Bantu kami memperbaiki

Apakah artikel ini membantu?

Masukan anonim membantu Sona News memperbaiki artikel, judul, dan penjelasan sumber.

Berikutnya

Ilustrasi canting tembaga dengan gagang kayu di atas kain bermotif biru, menyoroti proses malam dalam pembuatan batik Indonesia
Gaya Hidup
Membeli batik: tanyakan prosesnya, jangan hanya melihat motif

Kemenperin kembali menyoroti sulitnya membedakan batik dan tekstil printing. Untuk pembeli, pertanyaan tentang malam, pembuat, dan keterangan produk lebih berguna daripada menebak dari harga atau foto.

Lanjut membaca

Lainnya di Gaya Hidup

Tiga tangan menata kartu bibit, peta kertas, buku kosong, pensil, dan lampu surya untuk merangkum program literasi Gaya Hidup
Enam program literasi UNESCO 2026 memberi lima pelajaran untuk kelas komunitas
Orang tua dan anak duduk berdampingan menyusun lembar kosong empat bidang dengan ikon waktu, privasi, bantuan, dan kegiatan positif; dua gawai diletakkan menghadap ke bawah Gaya Hidup
Aturan gawai keluarga tidak harus dimulai dari penyitaan: coba empat kolom ini
Tangan dewasa mengeluarkan kartu identitas kosong dari balik penutup tas sekolah, dengan kemeja tanpa logo dan ponsel telungkup di meja Gaya Hidup
Sebelum unggah foto kegiatan sekolah, cek nama, latar, dan penontonnya
Rina Hidayat, Editor Sona News Indonesia di Sona News
Ditulis oleh
Rina Hidayat
Editor Sona News Indonesia

Rina Hidayat meliput ekonomi, lingkungan, dan masyarakat dari Jakarta untuk Sona News Indonesia.

Baca berikutnya Kurangi nasi terbuang: mulai dari centong, bukan memaksa piring kosong