Sona.
Berita global, konteks Indonesia
Perjalanan

Power bank di pesawat: simpan di kabin, lalu periksa Wh dan maskapai

Power bank adalah baterai cadangan, bukan charger biasa. Aturan dasar menempatkannya di tas kabin dengan terminal terlindung, tetapi jumlah, kapasitas, penyimpanan, dan penggunaan dapat diperketat maskapai.

Tangan menaruh power bank tanpa merek ke kotak pelindung di dalam tas kabin, dengan koper bagasi terpisah di belakang.
Ilustrasi konseptual: simpan power bank di tas kabin dengan terminal terlindung, lalu periksa kapasitas Wh dan aturan maskapai yang mengoperasikan penerbangan. Gambar dihasilkan oleh AI

Power bank mungkin benda elektronik terkecil di tas, tetapi dalam aturan penerbangan ia diperlakukan sebagai baterai lithium cadangan. Itu mengubah urutan pemeriksaan: pertama tempatnya di bagasi, lalu kapasitas energinya, kemudian kebijakan maskapai yang benar-benar mengoperasikan penerbangan.

Tabel barang berbahaya penumpang IATA edisi ke-67 untuk 2026 menempatkan baterai cadangan, termasuk power bank, di bagasi kabin saja. Baterai tidak boleh masuk bagasi tercatat dan setiap unit harus dilindungi dari hubungan arus pendek. Jika tas kabin diambil di gerbang untuk dimasukkan ke ruang kargo, keluarkan power bank dan baterai cadangan sebelum menyerahkan tas.

Cari Wh, bukan mAh saja

Kapasitas power bank sering dipasarkan dalam milliampere-hour atau mAh. Penerbangan menilai energi dalam watt-hour atau Wh. Rumus dasarnya adalah ampere-hour dikalikan tegangan nominal. Contoh: 20.000 mAh sama dengan 20 Ah; pada tegangan nominal 3,7 V hasilnya 74 Wh. Tegangan keluaran USB, misalnya 5 V, belum tentu tegangan nominal sel yang dipakai untuk perhitungan.

Pilihan terbaik adalah mencari nilai Wh yang tercetak jelas pada perangkat atau dokumentasi produsen. Jika label aus dan model tidak dapat diidentifikasi, jangan menganggap ukuran fisik membuktikan kapasitas. Petugas atau maskapai dapat menolak baterai ketika Wh tidak dapat diverifikasi. Simpan tautan atau dokumen resmi produk, bukan hanya tangkapan layar toko yang tidak mengidentifikasi model.

Tabel IATA 2026 mencantumkan baterai lithium-ion cadangan sampai 100 Wh dalam bagasi kabin. Halaman umum IATA menjelaskan baterai di atas 100 Wh dapat memerlukan persetujuan operator dalam kategori tertentu, sedangkan dokumen panduan power bank yang diperbarui pada 31 Maret 2026 menguraikan usulan pembatasan khusus. Karena rincian produk dan kebijakan dapat berbeda, persetujuan tidak boleh diasumsikan.

Mengapa Anda dapat menemukan dua angka jumlah

Tabel DGR menerbitkan batas umum hingga 20 baterai cadangan per orang, dengan kemungkinan persetujuan operator untuk jumlah lebih banyak. Dokumen panduan IATA Maret 2026 membahas usulan pembatasan tambahan untuk power bank, termasuk maksimum dua unit sampai 100 Wh, dan mencatat bahwa sebagian maskapai mulai menerapkan langkah tertentu sebelum perubahan regulasi selesai.

Jangan memilih angka yang paling nyaman. Buka halaman barang berbahaya maskapai pengoperasi, cari istilah “power bank”, “portable charger”, atau “lithium battery”, dan periksa tanggal pembaruannya. Garuda Indonesia, misalnya, menempatkan informasi baterai dan power bank pada halaman bagasi. Untuk perjalanan codeshare, nama di ekor pesawat atau keterangan “operated by” menentukan kebijakan operasional yang harus diperiksa.

Tas kabin saja belum cukup

Terminal yang terbuka dapat menyentuh kunci, koin, atau benda logam. Simpan power bank dalam kemasan asli, tutup terminal bila tersedia, atau tempatkan sendiri-sendiri dalam kotak atau kantong pelindung. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau dan tidak tertindih barang berat. Kotak pelindung mencegah kontak dan benturan; ia tidak mengubah kapasitas Wh.

Aturan penggunaan di dalam pesawat juga dapat lebih ketat daripada aturan membawa. Panduan EASA meminta baterai cadangan dan power bank tetap di kabin dan dilindungi. Panduan IATA terbaru membahas larangan menaruh power bank di kompartemen atas, larangan mengisi dayanya dari sumber listrik pesawat, dan pembatasan penggunaan. Ikuti instruksi awak dan kebijakan maskapai untuk penerbangan Anda, termasuk bila penggunaannya dilarang sepanjang penerbangan.

Daftar periksa sebelum berangkat

  • Temukan nilai Wh dan model; jangan mengandalkan mAh tanpa tegangan nominal.
  • Buka kebijakan maskapai pengoperasi untuk jumlah, batas Wh, penyimpanan, dan penggunaan.
  • Pisahkan setiap power bank dalam kotak atau kantong, lindungi terminal, dan simpan di tas kabin.
  • Keluarkan baterai cadangan jika tas kabin akan dimasukkan ke bagasi tercatat di gerbang.
  • Tinggalkan perangkat yang menggembung, panas tidak wajar, bocor, tertusuk, atau ditarik produsen.

Jika power bank menjadi panas, berubah bentuk, mengeluarkan bau, atau berasap di bandara atau pesawat, jangan menyembunyikannya dan jangan mencoba memindahkannya tanpa arahan. Beri tahu petugas atau awak segera. Keselamatan di sini bukan tentang menemukan celah aturan, melainkan memastikan baterai dapat diidentifikasi, diawasi, dan ditangani cepat bila bermasalah.

Catatan editorial. Informasi keselamatan perjalanan umum, bukan jaminan perangkat diterima. Periksa maskapai pengoperasi dan otoritas terkait sebelum terbang, serta ikuti instruksi petugas dan awak. Perangkat medis dan alat bantu mobilitas dapat memiliki prosedur khusus.

Sumber

  1. IATA, Dangerous Goods Guidance for Passengers: rujukan umum barang berbahaya penumpang.
  2. IATA, Tabel 2.3.A edisi ke-67 (2026): bagasi kabin, kapasitas, jumlah, dan perlindungan baterai cadangan.
  3. IATA, Passengers Travelling with Lithium Batteries, diperbarui 31 Maret 2026: usulan langkah khusus power bank dan status implementasi.
  4. EASA, Dangerous Goods dalam operasi udara: perlindungan dan penempatan baterai cadangan.
  5. Garuda Indonesia, informasi bagasi dan baterai lithium/power bank; periksa kembali kebijakan untuk tiket dan rute Anda.

Bantu kami memperbaiki

Apakah artikel ini membantu?

Masukan anonim membantu Sona News memperbaiki artikel, judul, dan penjelasan sumber.

Berikutnya

Ponsel dengan simbol waktu dan empat jalur informasi yang menyatu, di samping paspor tertutup dan gerbang bandara konseptual tanpa data pribadi
Perjalanan
Masuk Indonesia: isi All Indonesia di kanal resmi sebelum antre

Kartu kedatangan terpadu ini dipakai WNI dan WNA, tetapi bukan visa dan bukan pungutan wisatawan Bali. Isi melalui situs atau aplikasi resmi dalam 72 jam sebelum tiba, lalu simpan hasilnya tanpa membagikan data pribadi.

Lanjut membaca

Artikel terkait

Tangan meletakkan token jeda pada jalur menuju model relief Flores di samping tas perjalanan dan senter pemeriksaan Perjalanan
Pascagempa Flores: cek bangunan, rute, dan info resmi secara terpisah
Tangan menggeser keping informasi putih melewati tiga penanda menuju gerbang, dengan token biaya dan buku mirip visa dipisahkan Perjalanan
SG Arrival Card gratis: isi dalam tiga hari sebelum tiba
Ilustrasi Bulan purnama di atas kalender kosong dengan lembar terangkat, atap genteng, dan awan untuk menjelaskan pergantian tanggal Harvest Moon. Antariksa
Harvest Moon 26–27 September: jam purnama bukan batas melihat
Rina Hidayat, Editor Sona News Indonesia di Sona News
Ditulis oleh
Rina Hidayat
Editor Sona News Indonesia

Rina Hidayat meliput ekonomi, lingkungan, dan masyarakat dari Jakarta untuk Sona News Indonesia.

Baca berikutnya Masuk Thailand: isi TDAC di situs resmi, dan ingat ini bukan visa